Senang sekali, setelah sekian lama vakum dari dunia teologi dan perblogan, saya dapat kembali lagi untuk berbagi pemikiran teologis saya di sini. Pemikiran teologis saya ini akan dikembangkan dalam konteks pluralitas agama, kemiskinan dan postmodernisme. Dari dalam konteks itu, akan muncul diskusi tentang spiritualitas, iman dan wahyu, teologi dan berteologi, tafsir Alkitab, ateisme dan ideologi-ideologi, sains dan teknologi, kekuasaan, kekerasan, korupsi, filsafat bahasa, cinta dan perdamaian, dan lain-lain. Bagi Anda yang tertarik dengan tema-tema tersebut, rajin-rajinlah datang ke mari. Komentar-komentar Anda sungguh dinantikan
Berteologi.com mempunyai beberapa prapaham teologis sebagai berikut:
1. Wahyu Allah sungguh-sungguh hadir tidak hanya dalam agama Kristen atau Katolik, tetapi juga dalam agama-agama besar lainnya, seperti Islam, Buddha, Konghucu, dan Hindu; serta agama-agama suku yang tidak mempunyai kitab suci.
2. Wahyu Allah tidak berhenti hanya pada sejarah Israel dan kitab suci Perjanjian Kedua (baru). Allah saat ini tetap terus berbicara dalam sejarah bangsa kita, bangsa Indonesia.
3. Allah sungguh-sungguh hadir dengan penuh di dalam Yesus, tetapi Yesus bukanlah totalitas kehadiran kepenuhan Allah. Allah jelas hadir di dalam tokoh-tokoh agung agama-agama lain, seperti dalam Budha dan nabi Muḥammad.
4. Sejarah mencatat bahwa Yesus bukanlah tokoh dongeng, tetapi manusia historis dari Nazareth. Kita tahu bahwa Yesus dari Nazareth ini sungguh-sungguh manusia, tetapi kita tidak ada yang tahu bahwa dia sungguh-sungguh Allah.
5. Yang utama bagi Yesus adalah pemerintaan Allah, bukan diri pribadinya. Dan jalan pemerintahan Allah adalah jalan nonviolence. Ini adalah jalan yang kreatif yang membuat manusia mencapai kepenuhannya.
6. Salib adalah jalan nonviolence. Jalan ini tidak berujung pada peristiwa salib pada penyaliban Yesus sekitar 2000 tahun yang lalu. Jalan ini sedang terus diperjuangkan oleh teman-teman Yesus, mereka yang menjadi korban kekerasan.
7. Alkitab bukanlah sepenuhnya firman Allah, tetapi hanya berisi sebagian firman Allah. Banyak cerita kekerasan yang lahir dari proyeksi imajinasi manusia yang penuh kekerasan di dalam Alkitab. Yang sifatnya nonviolence, memberdayakan manusia untuk mencapai kepenuhannyalah yang adalah firman Allah.
8. Menjadi religius tidaklah tumbuh di dalam ketertutupan, tetapi didalam keterbukaan dan persekutuan. Karenanya, to be religious today is to be interreligious. Di dalam inti soteriologis Kristen yang agapeis itu, hadir gnosis yang mencerahkan.
Ketujuh butir prapaham teologis itu bukanlah sebuah “titik”. Ia hanyalah prapaham, yang dengan sadar akan dikembangkan dan dikritisi di dalam perjalanan blog Berteologi.com ini. Anda tidak suka? Janganlah buru-buru tersinggung dan sakit hati. Anda suka? Janganlah terlalu senang sehingga tidak bisa berpikir kritis lagi. Marilah kita sama-sama berpikir dan mendiskusikan semua ini dengan ketenangan dan bimbingan dari Roh Kudus.
Apa yang kita bicarakan ini memang sudah mulai terasa melampaui dogma-dogma gereja yang seringkali kita amini sebagai kebenaran. Karena melampaui dogma-dogma yang sudah kita pegang hampir seumur hidup kita, mungkin kita akan berdebar-debar membicarakannya. Sekalipun berdebar-debar, janganlah mati-matian. Karena, dogma-dogma itu juga buatan manusia yang relatif dan tidak boleh disembah. Bukankah kita hanya boleh menyembah ke pada Allah saja?
Berteologi.com ditulis dari perspektif Kristen, atau pascaKristen (kalau Anda lebih suka menyebutnya demikian). Berpikir dari perpektif Kristen dengan keterbukaannya kepada yang lain. Karena yang lain ini sudah hidup di dalam eksistensi diri Kristen, maka sesungguhnya yang lain itu tidak lain-lain amat. Berteologi.com sungguh-sungguh menyambut kehadiran yang lain. Sumber berteologinya tidak hanya Alkitab, tetapi juga yang di luar Alkitab. Teologinya tidak hanya Kristen, tetapi juga teologi agama-agama yang lainnya. Berteologi, tetapi terbuka terhadap ilmu-ilmu yang lainnya. Keselamatan tidak hanya di dalam Yesus, tetapi juga di luar Yesus. Dan seterusnya…. Yang lain, Datanglah!
Salam,
Rudy Phan
Update 12 Des’2012: Pada hari ini, telah tersedia fasilitas Pendaftaran. Bagi siapa saja yang mau berbagi pengalaman dan pemikiran teologisnya, dapat mendaftar. Pertama kali mendaftar, Anda akan berada sebagai Contributor (bisa menulis, tetapi perlu direview terlebih dahulu. Ini tujuannya untuk menghindari postingan yang spam.) Setelah ada 5 artikel dari Contributor, posisinya akan dinaikkan menjadi Author yang dapat menulis dan langsung mempublikasikannya. Tanpa review lagi. Tulisan yang dibuat tidak harus seide dengan Rudy Phan. Berbeda ide bahkan sangat bertentangan pun diperkenankan. Tidak ada sensor apapun. Anda menulis, langsung terpublikasikan. View: 109
.
One thought on “Berteologi.com Diluncurkan”