[Artikel ini adalah bagian kedua. Oleh karena itu, ada baiknya, pembaca membaca terlebih dahulu artikel bagian pertama]
Pada waktu Kant hidup, sudah menjadi jelas bahwa ilmu pengetahuan alam yang dirumuskan Newton memperoleh sukses besar. Banyak penemuan-penemuan terjadi setelahnya dan terus berkembang dengan pesat sepanjang abad ke-18 (hingga abad ke-20) ini. Hukum-hukum ilmu pengetahuan berlaku selalu dan dimana-mana, misalnya, air mendidih pada suhu 100° C. Sekalipun perkembangan ini menggembirakan namun tidak didasari oleh pemikiran kritis akan fondasi atau syarat-syarat adanya pengetahuan itu sendiri. Tanpa pemikiran kritis tersebut, ilmu pengetahuan akan jatuh kembali dalam dogmatisme Abad Pertengahan yang membawa manusia Read more [...]. Good Bye My God II: Modernisme Awal sebagai Rasio yang (akhirnya) “Mencoret” Allah
[Artikel ini adalah bagian kedua. Oleh karena itu, ada baiknya, pembaca membaca terlebih dahulu artikel bagian pertama]
Pada waktu Kant hidup, sudah menjadi jelas bahwa ilmu pengetahuan alam yang dirumuskan Newton memperoleh sukses besar. Banyak penemuan-penemuan terjadi setelahnya dan terus berkembang dengan pesat sepanjang abad ke-18 (hingga abad ke-20) ini. Hukum-hukum ilmu pengetahuan berlaku selalu dan dimana-mana, misalnya, air mendidih pada suhu 100° C. Sekalipun perkembangan ini menggembirakan namun tidak didasari oleh pemikiran kritis akan fondasi atau syarat-syarat adanya pengetahuan itu sendiri. Tanpa pemikiran kritis tersebut, ilmu pengetahuan akan jatuh kembali dalam dogmatisme Abad Pertengahan yang membawa manusia Read more [...].
Pada suatu kali, saya mendengarkan kotbah. Tema kotbah kali itu adalah “iman dalam dunia pascamodern”. “Wah… bakalan seru nih kotbahnya”, demikian bisik dalam hati saya. Setelah menjalani beberapa item liturgi, akhirnya sampai juga pada item kotbah.
Setelah mendengarkan kotbah dari awal hingga akhir, saya jadi bengong sendiri. Dalam hati saya bertanya, “apa ngak salah dengar nih? Kok ngak ada rasa pascamodernnya?”. Setelah saya telusuri kotbahnya kembali, saya mengambil kesimpulan kalau pendeta itu tidak tahu apa yang dimaksud pascamodern; apa bedanya dengan yang modern dan apa juga bedanya dengan yang pramodern. [Tapi ngak kenapa, saya tetap senang karena saya mendengar kotbah lawakan. Judul dan isinya tidak nyambung.