Uraian sebelumnya, tentang konteks Asia dan pembebasan, membawa kita untuk lebih masuk pada masalah kontekstualisasi teologi. Paradigma metafor lahir karena filsafat pascamodern kembali pada lebenswelt, dunia kehidupan konkret sehari-hari dan yang pra-reflektif. Dari sana, kita bisa melihat bahwa filsafat, yang dalam status hipotesisnya, menunjukkan manfaatnya dalam hidup sehari-hari. Di sini, berfilsafat berarti berfilsafat dalam konteks. Kalau teologi juga ingin bermanfaat dalam hidup sehari-hari, maka teologi juga mesti berpijak pada lebenswelt. Sebagaimana dalam filsafat, berteologi berarti berteologi dalam konteks. Lebenswelt adalah tahap pertama yang primer. Refleksi rasional selalu merupakan tahap kedua. Menurut Gutierrez, pioner teologi Read more [...]. Teologi Pascamodern, Kontekstualisasi Teologi dan Lingkaran Hermeneutik II
Uraian sebelumnya, tentang konteks Asia dan pembebasan, membawa kita untuk lebih masuk pada masalah kontekstualisasi teologi. Paradigma metafor lahir karena filsafat pascamodern kembali pada lebenswelt, dunia kehidupan konkret sehari-hari dan yang pra-reflektif. Dari sana, kita bisa melihat bahwa filsafat, yang dalam status hipotesisnya, menunjukkan manfaatnya dalam hidup sehari-hari. Di sini, berfilsafat berarti berfilsafat dalam konteks. Kalau teologi juga ingin bermanfaat dalam hidup sehari-hari, maka teologi juga mesti berpijak pada lebenswelt. Sebagaimana dalam filsafat, berteologi berarti berteologi dalam konteks. Lebenswelt adalah tahap pertama yang primer. Refleksi rasional selalu merupakan tahap kedua. Menurut Gutierrez, pioner teologi Read more [...].
Senang sekali, setelah sekian lama vakum dari dunia teologi dan perblogan, saya dapat kembali lagi untuk berbagi pemikiran teologis saya di sini. Pemikiran teologis saya ini akan dikembangkan dalam konteks pluralitas agama, kemiskinan dan postmodernisme. Dari dalam konteks itu, akan muncul diskusi tentang spiritualitas, iman dan wahyu, teologi dan berteologi, tafsir Alkitab, ateisme dan ideologi-ideologi, sains dan teknologi, kekuasaan, kekerasan, korupsi, filsafat bahasa, cinta dan perdamaian, dan lain-lain. Bagi Anda yang tertarik dengan tema-tema tersebut, rajin-rajinlah datang ke mari. Komentar-komentar Anda sungguh dinantikan :)
Berteologi.com mempunyai beberapa prapaham teologis sebagai berikut:
1. Wahyu Allah sungguh-sungguh