Perjalanan manusia modern sungguh sangat berat. Di satu pihak, evolusi rasionya membawa ia pada kondisi "mencoret" Allah. Tetapi, di pihak lain, ada kerinduan yang mendalam terhadap Allah. Tetapi, manusia tidak bisa balik kembali ke keadaan semula. Ia terus berevolusi. Dan kini ia menjadi "putri duyung", ya, putri duyung yang mendamba sebuah spiritualitas yang berakar dalam dunia keilmiahannya. Mari kita lihat perjalanan sang putri duyung ini.
Dalam modernisme, filsafat berpusat pada epistemologi. Epistemologi Descartes-Newton, Deisme, Kant dan positivisme, sebagaimana dijelaskan diatas, adalah epistemologi fondasionalisme dan representasionalisme. Epistemologi ini bersandar pada kesadaran diri atau rasio murni-ilmiah yang tertutup, antara Read more [...]. Oh My God! I Miss You I: Modernisme Lanjut di mana Rasio “Menulis” Allah (kembali)
Perjalanan manusia modern sungguh sangat berat. Di satu pihak, evolusi rasionya membawa ia pada kondisi "mencoret" Allah. Tetapi, di pihak lain, ada kerinduan yang mendalam terhadap Allah. Tetapi, manusia tidak bisa balik kembali ke keadaan semula. Ia terus berevolusi. Dan kini ia menjadi "putri duyung", ya, putri duyung yang mendamba sebuah spiritualitas yang berakar dalam dunia keilmiahannya. Mari kita lihat perjalanan sang putri duyung ini.
Dalam modernisme, filsafat berpusat pada epistemologi. Epistemologi Descartes-Newton, Deisme, Kant dan positivisme, sebagaimana dijelaskan diatas, adalah epistemologi fondasionalisme dan representasionalisme. Epistemologi ini bersandar pada kesadaran diri atau rasio murni-ilmiah yang tertutup, antara Read more [...].
Judul “the mobile God” bukanlah suatu bentuk kelatahan kontemporer masa kini yang serba mobile (layaknya: mobile phone, mobile computer, mobile internet dll.). “Mobile God” adalah sebuah pemahaman tentang Allah dalam konteks kemajemukan agama dilihat dari perspektif paradigma postmodernisme. Dengan demikian, diharapkan, kita bisa lebih berdaya dalam mengarungi samudera kehidupan ini.
Di sini, kita tidak membicarakan masalah rincian-rincian kecil. Tetapi, kita sedang membicarakan masalah gambaran besar; sebuah gambaran yang sangat menentukan bagaimana kita menjalani hidup ini. Betapa menentukannya gambaran besar ini, dapat dijelaskan dengan sebuah cerita sebagai berikut:
“Saya berada di dalam bangunan yang aneh dan tersesat masuk