Teologi pascaKristen | Teologi pascaModern

Keluar dari Belenggu Dogmatisme

Kaum terpelajar yang telah belajar ilmu pengetahuan selama 17 tahunan di bangku sekolah adalah manusia ilmiah dan teknologis yang berpikir secara induktif-empiris. Kebenaran mutlak tidak ada, karena bagi manusia induktif-empiris yang ada hanyalah probability (mungkin sekali nyata atau betul, rupa-rupanya nyata/betul, boleh jadi lebih nyata/betul daripada tidak). [1. Y.B. Mangunwijaya, Manusia Pascamodern, Semesta, dan Tuhan, Yogyakarta: Kanisius, 1999, hlm. 145.] Ding-an-sich (realitas pada dirinya) diakui berada di luar jangkauan pengamatan induktif-empiris. Yang dapat diketahui hanyalah Ding feur mich (realitas sepanjang yang saya/kami tangkap), “realitas” hasil konstruksi subyektif-kolektif manusia. Konsep tentang realitas dan pengetahuan Read more [...]