Perjalanan manusia modern sungguh sangat berat. Di satu pihak, evolusi rasionya membawa ia pada kondisi "mencoret" Allah. Tetapi, di pihak lain, ada kerinduan yang mendalam terhadap Allah. Tetapi, manusia tidak bisa balik kembali ke keadaan semula. Ia terus berevolusi. Dan kini ia menjadi "putri duyung", ya, putri duyung yang mendamba sebuah spiritualitas yang berakar dalam dunia keilmiahannya. Mari kita lihat perjalanan sang putri duyung ini.
Dalam modernisme, filsafat berpusat pada epistemologi. Epistemologi Descartes-Newton, Deisme, Kant dan positivisme, sebagaimana dijelaskan diatas, adalah epistemologi fondasionalisme dan representasionalisme. Epistemologi ini bersandar pada kesadaran diri atau rasio murni-ilmiah yang tertutup, antara Read more [...]. Oh My God! I Miss You I: Modernisme Lanjut di mana Rasio “Menulis” Allah (kembali)
Perjalanan manusia modern sungguh sangat berat. Di satu pihak, evolusi rasionya membawa ia pada kondisi "mencoret" Allah. Tetapi, di pihak lain, ada kerinduan yang mendalam terhadap Allah. Tetapi, manusia tidak bisa balik kembali ke keadaan semula. Ia terus berevolusi. Dan kini ia menjadi "putri duyung", ya, putri duyung yang mendamba sebuah spiritualitas yang berakar dalam dunia keilmiahannya. Mari kita lihat perjalanan sang putri duyung ini.
Dalam modernisme, filsafat berpusat pada epistemologi. Epistemologi Descartes-Newton, Deisme, Kant dan positivisme, sebagaimana dijelaskan diatas, adalah epistemologi fondasionalisme dan representasionalisme. Epistemologi ini bersandar pada kesadaran diri atau rasio murni-ilmiah yang tertutup, antara Read more [...].
Konseling Transformasional Menciptakan Kedekatan Yang “Intim” Dan Pendekatan Integral untuk Mengatasinya
Bila kita melihat teman kita berjiwa playboy, maka kita bisa saja masih tersenyum. “Dasar si Don Juan, kerjaannya pindah ke lain hati (dan kelain body) melulu”, demikian komentar kita tanpa beban.
Beda sekali kalau yang berjiwa playboy itu adalah pendeta jemaat kita. Wah… komentarnya mungkin tidak sesederhana itu. Seluruh gereja bisa geger. Dan itu bisa menjadi topik paling hits di gereja, bahkan dalam sejarah kehidupan gereja itu selanjutnya.
Kita tidak membicarakan seorang pendeta yang playboy berjiwa Don Juan-nya Soren Kierkegaard. Pendeta jemaat yang kita bicarakan bukanlah seorang yang ingin mencari kepuasan