Buku yang berjudul If You Want to Be Rich and Happy… Don’t’ Go To School? mengantarkan Robert Kiyosaki menjadi seorang best-selling author (penulis dengan penjualan terbaik) bertaraf internasional. Di Indonesia, ia mulai dikenal dengan bukunya yang berjudul Rich Dad Poor Dad. Dan sejak itu, banyak buku-buku yang ditulis olehnya diterbitkan diIndonesia. Maka, semaraklah ide tentang kebebasan finansial, pensiun muda dan kaya, dan kuadran B-I (bisnis dan investasi). Anda ingin pensiun muda dan kaya? Jika ya, maka adalah baik jika buku-buku Kiyosaki ini menjadi santapan harian Anda.
Atau, Anda ingin menjadi miskin baik di masa muda maupun di hari tua? Hemm…. Bagi kebanyakan orang yang menghirup udara kapitalis perkotaan, ide untuk Read more [...]. Allah Mengasihi Orang Miskin, tetapi Allah juga Mengasihi Orang Kaya
Buku yang berjudul If You Want to Be Rich and Happy… Don’t’ Go To School? mengantarkan Robert Kiyosaki menjadi seorang best-selling author (penulis dengan penjualan terbaik) bertaraf internasional. Di Indonesia, ia mulai dikenal dengan bukunya yang berjudul Rich Dad Poor Dad. Dan sejak itu, banyak buku-buku yang ditulis olehnya diterbitkan diIndonesia. Maka, semaraklah ide tentang kebebasan finansial, pensiun muda dan kaya, dan kuadran B-I (bisnis dan investasi). Anda ingin pensiun muda dan kaya? Jika ya, maka adalah baik jika buku-buku Kiyosaki ini menjadi santapan harian Anda.
Atau, Anda ingin menjadi miskin baik di masa muda maupun di hari tua? Hemm…. Bagi kebanyakan orang yang menghirup udara kapitalis perkotaan, ide untuk Read more [...].
Judul “the mobile God” bukanlah suatu bentuk kelatahan kontemporer masa kini yang serba mobile (layaknya: mobile phone, mobile computer, mobile internet dll.). “Mobile God” adalah sebuah pemahaman tentang Allah dalam konteks kemajemukan agama dilihat dari perspektif paradigma postmodernisme. Dengan demikian, diharapkan, kita bisa lebih berdaya dalam mengarungi samudera kehidupan ini.
Di sini, kita tidak membicarakan masalah rincian-rincian kecil. Tetapi, kita sedang membicarakan masalah gambaran besar; sebuah gambaran yang sangat menentukan bagaimana kita menjalani hidup ini. Betapa menentukannya gambaran besar ini, dapat dijelaskan dengan sebuah cerita sebagai berikut:
“Saya berada di dalam bangunan yang aneh dan tersesat masuk
Sebuah Interpretasi terhadap Kata-kata Yesus, "allah-Ku allah-Ku, mengapa
engkau meninggalkan Aku?" (Matius 27:46)
Secara filosofis, kita tidak bisa mengenal Allah-pada-DiriNya. Yang kita kenal adalah Allah-sejauh-dipahami-rasio-manusia. Oleh karena sifat insufficient rasio manusia, maka lahirlah banyak pemahaman tentang Allah. "Allah dicipta" berdasar sistem berpikir atau logika kultural tempat ia berada.
Alkitab tidak menyaksikan kepada kita tentang hakikat Allah secara filosofis-murni (baca: ontologis saja). Alkitab lebih utama memberi kesaksian iman yang fungsional tentang Allah dalam hubungan-ketritunggalan-Nya (penyataan langsung) dan dalam hubungan dengan umat manusia dan ciptaanNya (penyataan tidak langsung) demi keselamatan manusia
Penelusuran Humor dalam Alkitab yang Berpuncak pada Peristiwa Salib Yesus Kristus
Di dalam setiap perayaan paskah, kita selalu diajak untuk merenungkan penderitaan Yesus di atas kayu salib. Penderitaan yang begitu berat dan dalam, yang sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata.
Bukan hanya renungan-renungan kotbah paskah, banyak buku yang lahir hasil merenungkan peristiwa salib itu. Stephen Tong, merenungkan peristiwa salib ini dalam bukunya yang berjudul 7 Perkataan Salib.
Dalam buku itu, Tong menegaskan bahwa Yesus datang ke dunia dan mati di atas kayu salib untuk menjalankan kehendak Allah, yaitu rencana penebusan Allah yang tidak bisa digantikan oleh orang lain. Hanya Kristus saja, Allah yang menjadi manusia yang bisa
Senang sekali, setelah sekian lama vakum dari dunia teologi dan perblogan, saya dapat kembali lagi untuk berbagi pemikiran teologis saya di sini. Pemikiran teologis saya ini akan dikembangkan dalam konteks pluralitas agama, kemiskinan dan postmodernisme. Dari dalam konteks itu, akan muncul diskusi tentang spiritualitas, iman dan wahyu, teologi dan berteologi, tafsir Alkitab, ateisme dan ideologi-ideologi, sains dan teknologi, kekuasaan, kekerasan, korupsi, filsafat bahasa, cinta dan perdamaian, dan lain-lain. Bagi Anda yang tertarik dengan tema-tema tersebut, rajin-rajinlah datang ke mari. Komentar-komentar Anda sungguh dinantikan :)
Berteologi.com mempunyai beberapa prapaham teologis sebagai berikut:
1. Wahyu Allah sungguh-sungguh